Pikiran ini kembali meracau
Sekelebat bayang bayang mu itu kembali semu
Biru lebammu kian tersamar
Seharusnya aku bahagia.. walau hati ini nanar
Setidaknya aku tersenyum walau kecut
Sebaik pula aku bersembunyi dalam tawa lesung pipit nan kisut
Gagah begitu kokoh
Sosok yang kini jadi penjaga mu
Seonggok raga yang tak kan membuatmu bisu
Sebongkah harap itu kukuh
Semburat awan terpudar
Asa ini pun menjulang
Terlampau jauh menembus angan yang berpendar
Mutiaramu kini jadi abu
Tapi bak dangkal yang terlanjur sejengkal
Debu abu itu bersarang perak keemasan,
Biru nan kelabu
Tak bisu tapi membisu
Tak luka tapi dalam
Tak perih namun hanya nanar
Setia debu abumu
Sebaik luka dibalik tawa
Sempurna bak sekenario nyata
No comments:
Post a Comment