Wednesday, January 26, 2011

Dedaun itu Dia


Dia benar benar bisu dalam nyanyian
Bersenandung lara dalam bahagia
Sedang aku disini ternganga
Berlarian kecil dalam rumah tak ber-ruang
Melintasi bongkah asa
Melihat itu semu tapi nyata
Melihatnya rapuh namun tak sia sia
Nan biru lebam
Bengkak terkoyak
Yang jatuh berdentam
Namun selalu bangkit dan urung berteriak
Bak helai dedaunan runtuh
Ringan hatinya jatuh
Perlahan memijak tanah
Anginpun menyentuhnya ramah
Hujan membuatnya basah
Debu membuatnya pasrah

Dan aku menatapnya penuh arti
Melihatnya jauh dalam dalam
Sesak ruang yang menjepit setiap jengkal rongga dadanya
Memaknai tiap langkah ku dalam dalam
Mencerna.. tiap langkahnya yang penuh hikmah
Dedaunan itu yang jatuh berlahan
Yang perlahan kan menyentuh tanah
Dan dia yang rapuh didalam
Yang selalu bangkit dan urung bersorak
Yang menyadarkanku menjawab akan luka nan biru lebam
Kan senantiasa singgah dalam hati yang terkoyak

No comments:

Post a Comment