Friday, April 19, 2013

EMPTY HOPE

Denting jam ini memekik telinga
Membuatku tersadar
Mengerjapkan mata sesekali atas apa yang tengah terjadi pada waktu ini
Ya... ini benar-benar terjadi

Waktu yang kian habis
Jam dinding yang kian lelah berdetak
Jantung yang berdenting lirih
Detaknya parau denting nan kuyu

Kuyu aku menatap waktu
Parau aku bersorak riang
Lemah berpegang harapku
Berlarian kecil pun aku tak tenang

Malam ini 19 april 2013, aku menatap kosong harap-harapku yang kian usang. Kalau sampai waktu ku Tuhan, ijinkan aku memeluk mereka dengan hati ringan yang tenang. Ijin kan senyuman ini menyapa hari-hari mereka disaat senja, senja yang dulu sempat menyatukan, menghangatkan...
Kalau sampai waktuku , aku ingin tau akankah senyuman ini berarti saat hari dimana aku pergi. Akan kah hangat matahari senja itu kan terjaga sampai nanti.
Malam ini 19 April 2013, aku berpegang teguh pada harapku yang kian usang. Kalau sampai waktu ku,... mungkin mereka akan datang hari itu.

Tuesday, April 16, 2013

Gitar Tanpa Dawai, Nyanyian Tanpa Nada dan Suara

Pagi ini aku terbangun dari lelap tidurku semalam. Terjaga akan lamunanku yang segera buyar seketika saat aku menatap dinding ini. Dinding yang sama tertoreh harapan-harapan disana. 

‘aku ngerasa aku sudah dekat’ ucapnya malam hari itu. 

Aku tak begitu berani bertanya lebih dalam sampai sebelum ia mengatakan kami telah dekat. Entah sejengkal atau dua, tiga dan lebih lagi kami sampai. Entah sampai pada peraduan mana. Kami hanya merasa dekat. Kami hanya merasa harus tetap berjalan “ayo jalan, sedikit lagi kita sampai” katanya meyakinkan aku sekali lagi. Aku membiarkan diri ini bernafas dalam sengal keabadian semangat yang kian pudar. 

Aku mengijinkan diri ini hanyut terlarut seperti larutan garam yang hilang bersama air yang sudah terlanjur kering sekarang. Aku menghilang tanpa bekas. Aku nenepak tanpa jejak. Aku menulis tanpa syair. aku memetik dawai gitar tanpa senar. Aku bernyanyi tanpa nada dan suara. Walaupun aku membiarkan diri ini bernafas dalam sengal keabadian semangat yang kian pudar. Aku mengijinkan diri ini hanyut terlarut seperti larutan garam yang hilang bersama air yang sudah terlanjur kering sekarang. 

Walaupun aku akan menghilang tanpa bekas. Walaupun aku telah menepak tanpa jejak. Walaupun aku menulis tanpa syair. walaupun dawai petik gitar ku tak lagi terdengar, walaupun nyanyianku tak tertangkap oleh sumbang nada sekalipun. Aku tetap disini. Entah hidup atau mati. 17 april 2013. 9.05