Monday, July 29, 2013

The Begining... BBWAYS STORY



Fan, 1 Mei 2011
Dan sekarang kita sama-sama tahu akan hal apa yang membuat ku tetap terjaga, yang membuatmu lelap dalam tawa dan yang membuat mereka larut dalam nada canda. Dan kini aku mengerti bahwa kebahagiaan ini bukan hanya datang dan akan kembali pergi. Bukan sekedar gelak tawa yang nantinya tetap membawa luka bukan pula sesuatu yang kau rindukan tuk datang tiba-tiba. Tawa-tawa ini akan senantiasa menggema, membawa, mengalunkan setiap petik nada yang berirama yang membuat kita tertawa bangga. Alun-alun mengalun nada dari hati yang penuh bahagia atau dahaga akan rasa yang tak terlupa kasih dan sayangnya. Dan kini kita sama-sama mengerti bahwa rasa bahagia ini bisa kita ciptakan bersama dengan membawa ringannya hati, membuat kita ‘tuk tidak menyakiti diri sendiri, yang tak akan hanya diam meratapi tangis-tangis yang kita sadariakan iri, benci dan tersakiti...00.18am May 01, 2011
bbways profile


Ran, 11 September 2011 -Tentang sebuah keinginan dan sebuah ketidakmauan
“aku ingin…”, ucapku pada perempuanku.
Seketika itu suasana yang menderu semakin mendekap keluhan-keluhanku terhadap ketidakpastian inginku.
“sayang, tidak semua hal yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan”, katanya seraya menenangkan ketidakstabilan otak kiriku.
Kita terdiam.
mencoba memahami bagaimana arti dari kebersamaan yang mulai memudar karena keegoisanku untuk menjauh dari kenyataan akan hal yang sangat aku sukai.
terkadang, saat –saat seperti inilah yang mampu mengubah keputusan labil yang aku ambil, namun terkadang juga saat-saat seperti inilah yang justru semakin membuatku percaya pada keajaiban yang kuyakini benar adanya.
“aku tak ingin…”, kataku  memecah keheningan pada senja ini.
“sayang, bukankah kita memang tak menginginkan sesuatu yang tidak kita ingini akan terjadi? Dan bukankah kita memang enggan untuk berada pada situasi yang sulit seperti ini? Dan bukankah sesuatu hal yang tidak kita ingini ini memang tidak kita kehendaki?”, ucapnya lembut seraya menenangkanku sekali lagi.
Aku ingin merubah hal yang bisa aku ubah, dan aku akan terima apapun yang tak bisa aku ubah.
Senja perlahan menghilang dari peraduannya, mengoyak secara perlahan ketidak mampuan kita melawan apa yang telah tersirat dalam keheningan jiwa. Dan aku disini mencoba menggambarkannya (perempuanku) dengan keanggunan yang dia punya; Senyumannya yang sempat menyibakku dengan indah pesonanya, dekapan hangatnya yang sempat mendamaikan rasa sakit yang luar biasa, genggaman tangannya yang sempat menguatkan kekuatan yang tersisa, dan ungkapan sayang darinya yang sempat meluluhlantakkan rasa nyeri yang terasa.
bbways story
Aku bisa dengan jelas mengingat setiap kata, setiap gerak tubuhnya, setiap tatapannya tanpa sebuah perantara. Aku bisa dengan jelas merasakan setiap nafas sengal kesakitannya, setiap aroma yang tidak ia suka, setiap jengkal ketakutannya tanpa suatu rasa yang membahana. Dan aku bisa juga dengan jelas membaca setiap apa yang dia inginkan meskipun itu tak nampak dengan apa yang ia katakan.
Mungkin ini semua tak nyata antara aku dengannya, namun jauh dari itu semua ada hal yang membuat kita seirama. Dan tentang sebuah keinginan dan ketidakmauan yang aku punya pada akhirnya hanya akan menjadi masalah yang biasa untuk kita berdua.
Karena sejatinya ialah apa yang kita inginkan akan selalu kita dapatkan dariNYA, dan apa yang menjadi sebuah ketidakmauan akan selalu diberi yang lebih indah dariNYA. Dan kita berdua percaya…
..............................................................................to be continued......................

Saturday, May 25, 2013

Online Tutors

Come to be your accessible instructor online right now! It will be so easy to learn any subject of yours such as Math, Biology, English, Chemistry, Physics, Paper Writing and more with highly-qualified instructors. At the present time move toward a laid-back way to study Math, Biology, English, Chemistry, Physic online. 

There is the real direct study online program to find in the network. How it will be a help in Math? Biology? English? Chemistry? Or Physic? At the first it usually asks once you have to register as a tutor or a student? 

a billingsgate knows exactly how it wants it 

This is quite guileless steps to prepare. Afterward you make sure that you are registered, then you will receive a verification link. Then after that you can write your question on the site and tutors will apply to your order. So easy is not it? 

It practically goes by single clicking a button. You just need to write your questions. Then the site will show you the list of tutors. You can choose our own tutor and pay them as your choice. It is really helping right?

Friday, April 19, 2013

EMPTY HOPE

Denting jam ini memekik telinga
Membuatku tersadar
Mengerjapkan mata sesekali atas apa yang tengah terjadi pada waktu ini
Ya... ini benar-benar terjadi

Waktu yang kian habis
Jam dinding yang kian lelah berdetak
Jantung yang berdenting lirih
Detaknya parau denting nan kuyu

Kuyu aku menatap waktu
Parau aku bersorak riang
Lemah berpegang harapku
Berlarian kecil pun aku tak tenang

Malam ini 19 april 2013, aku menatap kosong harap-harapku yang kian usang. Kalau sampai waktu ku Tuhan, ijinkan aku memeluk mereka dengan hati ringan yang tenang. Ijin kan senyuman ini menyapa hari-hari mereka disaat senja, senja yang dulu sempat menyatukan, menghangatkan...
Kalau sampai waktuku , aku ingin tau akankah senyuman ini berarti saat hari dimana aku pergi. Akan kah hangat matahari senja itu kan terjaga sampai nanti.
Malam ini 19 April 2013, aku berpegang teguh pada harapku yang kian usang. Kalau sampai waktu ku,... mungkin mereka akan datang hari itu.

Tuesday, April 16, 2013

Gitar Tanpa Dawai, Nyanyian Tanpa Nada dan Suara

Pagi ini aku terbangun dari lelap tidurku semalam. Terjaga akan lamunanku yang segera buyar seketika saat aku menatap dinding ini. Dinding yang sama tertoreh harapan-harapan disana. 

‘aku ngerasa aku sudah dekat’ ucapnya malam hari itu. 

Aku tak begitu berani bertanya lebih dalam sampai sebelum ia mengatakan kami telah dekat. Entah sejengkal atau dua, tiga dan lebih lagi kami sampai. Entah sampai pada peraduan mana. Kami hanya merasa dekat. Kami hanya merasa harus tetap berjalan “ayo jalan, sedikit lagi kita sampai” katanya meyakinkan aku sekali lagi. Aku membiarkan diri ini bernafas dalam sengal keabadian semangat yang kian pudar. 

Aku mengijinkan diri ini hanyut terlarut seperti larutan garam yang hilang bersama air yang sudah terlanjur kering sekarang. Aku menghilang tanpa bekas. Aku nenepak tanpa jejak. Aku menulis tanpa syair. aku memetik dawai gitar tanpa senar. Aku bernyanyi tanpa nada dan suara. Walaupun aku membiarkan diri ini bernafas dalam sengal keabadian semangat yang kian pudar. Aku mengijinkan diri ini hanyut terlarut seperti larutan garam yang hilang bersama air yang sudah terlanjur kering sekarang. 

Walaupun aku akan menghilang tanpa bekas. Walaupun aku telah menepak tanpa jejak. Walaupun aku menulis tanpa syair. walaupun dawai petik gitar ku tak lagi terdengar, walaupun nyanyianku tak tertangkap oleh sumbang nada sekalipun. Aku tetap disini. Entah hidup atau mati. 17 april 2013. 9.05

Friday, January 11, 2013

#ngelantur

hidup ini. akankah sesingkat itu? akankah selalu berkutat pada situ-itu saja? #ngelantur

dearest you over there. dear you our guardian.

dan sama seperti yang sebelumya, dua pilihan yang sulit. lagi dan lagi menyapa hari-hari yang kian sempit. dan aku datang ke ruang yang di sebut kehidupan ini sendirian. dari entah langit keberapa aku diturunkan oleh NYA. entah bagaimana pula aku di anugerahi sebuah hati dan perasaan. berterimakasih pada NYA aku pun tak cukup. memohon pada NYA pun sambung ku sambung. mengeluh aku tak pernah lepas. nista diri ini ya Tuhan. sakit hati ini ya Tuhan. dan sama seperti hari lalu, dua pilihan yang sulit. dua jalan setapak yang sama sempit. dua hati yang menjepit perasaaan ini. sakit. dan sama seperti hari lalu, dua pilihan yang sama sulit. dan sama seperti hari lalu. melangkah pun aku enggan. tinggal pun aku tertekan. dearest you over there. dear you our guardian.

Saturday, November 24, 2012

DINDING

Dinding ini… seperti sebuah memory yang terpahat didalamnya. Dengan sebuah perasaan, sebuah harapan dan ikatan dimana aku tetap bertahan. Tepat disaat rintik hujan itu perlahan pulang, aku memberanikan diri untuk meyakinkan aku lagi akan sebuah perasaan akan harapan yang masih tersimpan bukan membeban. Helai perhelai memory ini kembali memaksa aku mengulas harapan yang tersisa. Begitu manis, begitu banyak memory yang terbuang begitu saja. Begitu FRONTAL.