Dinding ini… seperti sebuah memory yang terpahat didalamnya. Dengan sebuah perasaan, sebuah harapan dan ikatan dimana aku tetap bertahan. Tepat disaat rintik hujan itu perlahan pulang, aku memberanikan diri untuk meyakinkan aku lagi akan sebuah perasaan akan harapan yang masih tersimpan bukan membeban.
Helai perhelai memory ini kembali memaksa aku mengulas harapan yang tersisa. Begitu manis, begitu banyak memory yang terbuang begitu saja. Begitu FRONTAL.
No comments:
Post a Comment