Fan,
1 Mei 2011
Dan
sekarang kita sama-sama tahu
akan hal apa yang membuat ku tetap terjaga, yang membuatmu lelap dalam tawa dan
yang membuat mereka larut dalam nada canda. Dan kini aku mengerti bahwa
kebahagiaan ini bukan hanya datang dan akan kembali pergi. Bukan sekedar gelak
tawa yang nantinya tetap membawa luka bukan pula sesuatu yang kau rindukan tuk
datang tiba-tiba. Tawa-tawa ini akan senantiasa menggema, membawa, mengalunkan
setiap petik nada yang berirama yang membuat kita tertawa bangga. Alun-alun
mengalun nada dari hati yang penuh bahagia atau dahaga akan rasa yang tak
terlupa kasih dan sayangnya. Dan kini kita sama-sama mengerti bahwa rasa bahagia
ini bisa kita ciptakan bersama dengan membawa ringannya hati, membuat kita ‘tuk
tidak menyakiti diri sendiri, yang tak akan hanya diam meratapi tangis-tangis
yang kita sadariakan iri, benci dan tersakiti...00.18am May 01, 2011
Ran,
11 September 2011 -Tentang sebuah keinginan dan sebuah ketidakmauan
“aku ingin…”, ucapku pada
perempuanku.
Seketika itu suasana yang
menderu semakin mendekap keluhan-keluhanku terhadap ketidakpastian inginku.
“sayang, tidak semua hal
yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan”, katanya seraya menenangkan
ketidakstabilan otak kiriku.
Kita terdiam.
mencoba memahami bagaimana
arti dari kebersamaan yang mulai memudar karena keegoisanku untuk menjauh dari
kenyataan akan hal yang sangat aku sukai.
terkadang, saat –saat
seperti inilah yang mampu mengubah keputusan labil yang aku ambil, namun
terkadang juga saat-saat seperti inilah yang justru semakin membuatku percaya
pada keajaiban yang kuyakini benar adanya.
“aku tak ingin…”,
kataku memecah keheningan pada senja
ini.
“sayang, bukankah kita
memang tak menginginkan sesuatu yang tidak kita ingini akan terjadi? Dan
bukankah kita memang enggan untuk berada pada situasi yang sulit seperti ini?
Dan bukankah sesuatu hal yang tidak kita ingini ini memang tidak kita
kehendaki?”, ucapnya lembut seraya menenangkanku sekali lagi.
Aku ingin merubah hal yang
bisa aku ubah, dan aku akan terima apapun yang tak bisa aku ubah.
Senja perlahan menghilang
dari peraduannya, mengoyak secara perlahan ketidak mampuan kita melawan apa
yang telah tersirat dalam keheningan jiwa. Dan aku disini mencoba
menggambarkannya (perempuanku) dengan keanggunan yang dia punya; Senyumannya
yang sempat menyibakku dengan indah pesonanya, dekapan hangatnya yang sempat
mendamaikan rasa sakit yang luar biasa, genggaman tangannya yang sempat
menguatkan kekuatan yang tersisa, dan ungkapan sayang darinya yang sempat
meluluhlantakkan rasa nyeri yang terasa.
Aku bisa dengan jelas
mengingat setiap kata, setiap gerak tubuhnya, setiap tatapannya tanpa sebuah
perantara. Aku bisa dengan jelas merasakan setiap nafas sengal kesakitannya,
setiap aroma yang tidak ia suka, setiap jengkal ketakutannya tanpa suatu rasa
yang membahana. Dan aku bisa juga dengan jelas membaca setiap apa yang dia
inginkan meskipun itu tak nampak dengan apa yang ia katakan.
Mungkin ini semua tak nyata
antara aku dengannya, namun jauh dari itu semua ada hal yang membuat kita
seirama. Dan tentang sebuah keinginan dan ketidakmauan yang aku punya pada
akhirnya hanya akan menjadi masalah yang biasa untuk kita berdua.
Karena sejatinya ialah apa
yang kita inginkan akan selalu kita dapatkan dariNYA, dan apa yang menjadi
sebuah ketidakmauan akan selalu diberi yang lebih indah dariNYA. Dan kita
berdua percaya…
..............................................................................to be continued......................


No comments:
Post a Comment