Sunday, April 24, 2011

aku dan cermin itu


aku seperti di hadapkan pada cermin besar yang hanya ada aku di dalamnya . dalam ruang berdinding-dinding putih nan tinggi yang aku tak tahu dimana ujung dan pangkalnya. Tegantung di tengah-tengah awing awing. Tekatung-katung bernyawa.

Cermin itu berdiri kokoh di hadapanku. Pada setiap sisi-sisinya yang memaksaku untuk melihat apa yang ada disana. Cermin itu cukup besar untuk mendapati aku yang terduduk diantara bujuran-bujuran harapan nyata.

Jauh dalam bayang cermin itu. Kulihat ia tersenyum saaat aku bahagia. Bangga saat aku menang. Tertawa tak bergelak saat aku larut dalam gelak serak tawaku yang aku tak begitu paham akan kebenarannya. Ia pun menangis bisu saat aku dalam rintihan. Dan ia kan terbujur lesu seperti saat aku lemah membatu.

Aku masih disini, bersama ruang yang tak terbatas. Menghadapan diri padanya cermin nan besar kokoh ini. Aku bergeming.. memaknai apa yang ada disana.

No comments:

Post a Comment